Selasa, 13 Maret 2012

Banyak Warga Sumatera Utara Jadi Miliarder Baru


Bandara Kuala Namu tak hanya mengakselerasi pertumbunan ekonomi Sumatera Utara, tetapi juga warga dan investor di sekitar bandara. Paralel dengan pembangunan bandara, sejumlah developer, baik kecil maupun besar, terus ekspansi mengembangkan bisnis properti mereka di akses-akses jalan menuju bandara.
Pertumbuhan itu sudah terlihat menggeliat di kawasan arah jalan masuk bandara di Pantai Labu. Di Jalan Pantai labu, terdapat SPBU baru. Sedangkan di ruas Jalan Bakaran Batu, deretan ruko baru tumbuh di kiri dan kanan jalan. Di ruas jalan menuju bandara, sudah berdiri pula RSU Swasta Patar Asih dengan kapasitas ratusan ruang inap, minimarket dan rumah-rumah kos atau kontrakan.
Tak cuma itu, di wilayah Batang Kuis yang direncanakan sebagai pintu gerbang bandara terus ditumbuhi properti. Di sana berdiri puluhan kawasan pemukiman baik bagi konsumen berkantong pas-pasan maupun kalangan ‘’berduit’’.
Bandara Kuala Namu juga berefek positif terhadap kemakmuran rakyat sekitarnya. Mereka berubah menjadi jutawan bahkan miliarder baru. Perubahan kekayaan itu akibat  meroketnya harga tanah. Contohnya di Batang Kuis. Sebelum ada proyek bandara, harga satu rantai atau 400 meter persegi hanya di kisaran Rp10 juta, itupun belum tentu ada yang mau. Kini tanah tersebut melonjak hingga di koridor harga Rp50 juta hingga Rp80 juta.
KKOP
Begitu bergairahnya investasi dan kemakmuran warga, Kepala Badan Perencanan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Deli Serdang Irman Dj Oemar memerlukan sinkronisasi rencana pengembangan pembangunan Pemprovsu dan pemerintah pusat, terutama menyangkut Peraturan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).
                                                                (agus wahyudin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar